expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Friday, September 26, 2014

Jangan Pandang Belakang

Sepanjang lebih 29 tahun hidup ini, ada terlalu banyak perkara yang aku sesalkan. Perkara yang aku rasa macam ya Allah what have I done, perkara yang aku mempertikaikan kewajaran diri,  what was I thinking?? Perkara yang apabila aku sedang memandu seorang diri tiba tiba perkara itu terlintas di fikiran, terus terasa berderau darah, hangat seluruh badan, terlalu ingin aku kembali ke saat itu dan perbaiki keadaan. 

Menyesalnya aku berkata itu. 
Menyesalnya aku berbuat itu. 
Menyesalnya aku membiarkan diri diperlakukan seperti itu. 
Kalaulah aku lebih kuat.. 
Kalaulah aku lebih bijak.. 
Kalaulah aku lebih tenang.. 
Kalaulah aku lebih itu.. ini… 

Pernah tak kamu berada di dalam situasi itu? 

Tentang hubungan sesama manusia (suami isteri, anak, kenalan, keluarga). 
Tentang pekerjaan. 
Tentang apa sahajalah. 

Bila terjadi perkara yang tidak diingini, perkara yang mendukacitakan, perkara yang meranapkan semangat dan emosi, jelas sekali orang pertama yang aku akan salahkan adalah diri sendiri. Sudahlah keyakinan diri memang sangat kurang, bila terlalu kerap menyalahkan diri, lagilah merudum keyakinan diri. 

Tapi itu dulu. Dulu ya, sekarang tidak lagi. Bukanlah berubah sepenuhnya, tapi sedikit demi sedikit, I learn to not being too hard on myself. Terutamanya, untuk perkara yang sudah pun terjadi. Benda dah jadi, benda dah lepas, tidak ada apa pun yang kita boleh ubah lagi. Tak perlulah nak bercakap tentang memaafkan orang lain, kita mulalah dengan memaafkan diri sendiri terlebih dahulu. Setiap orang memang tidak lari dari melakukan kesilapan, kita memang tidak sempurna, terimalah hakikat itu, bertaubatlah dan jangan pandang belakang lagi. 


Kalau dengan diri sendiri pun terlalu berat untuk kita maafkan, bagaimana mungkin kita boleh memaafkan orang lain apatah lagi untuk mengharapkan orang lain memaafkan kita? 
Kalau kita yang sangat mengenali diri sendiri pun tidak mampu menyayangi diri sendiri, bagaimana mungkin kita boleh ikhlas menyayangi orang lain dan mengharapkan orang lain untuk menyayangi kita? 

Itulah yang aku sedang (sangat sangat) berusaha untuk tanamkan dalam diri. Sudah sudahlah tu. Yang lepas, biarlah lepas. Setiap yang berlaku dalam hidup kita, ada hikmahnya. Setiap manusia yang dipertemukan dalam hidup kita, memang telah ditakdirkan sedemikian untuk mengajar kita sesuatu. Baik mereka yang menyayangi, mahupun mereka yang memusuhi kita, setiap daripada mereka memang telah tertulis akan hadir dalam hidup kita dan suka atau tidak, mereka sedikit sebanyak telah membentuk siapa diri kita sekarang. 

Kalau kita tidak pernah dikhianati, mungkin kita tidak akan belajar untuk berhati hati. 
Kalau kita tidak pernah dimarahi dijerkah jerkah pihak atasan di tempat kerja, mungkin jiwa kita tidak akan sekental sekarang.
Kalau kita tidak pernah dilukai, mungkin kita tidak akan sedar dan mula menghargai mereka yang benar benar menyayangi kita. 

“Everyday is a new day, and you'll never be able to find happiness if you don’t move on" (Carrie Underwood)

We are not perfect, we make mistake, almost all the time. Now let’s make amend if possible, repent, and move on.


No comments:

Post a Comment